Advertisement
Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) dibuka sejak 11 April. Jumlah pendaftarnya terus bertambah. Sejauh ini di Jawa Timur jumlah pendaftar seleksi masuk PTN dengan jalur tes tulis tersebut mencapai 7.231. Jumlah itu terus bertambah hingga pendaftaran ditutup pada 5 Mei mendatang. Ketua Panlok 50 Yuni Sri Rahayu menyatakan, peminat pendaftar SBM PTN computer based test (CBT) juga bertambah. Di antara total kuota 2.173 komputer yang disiapkan Panlok 50, ada 300 peserta yang berminat untuk mengikuti tes dengan menggunakan komputer. Selebihnya, 6.931 pendaftar memilih tes dengan menggunakan kertas alias paper based test (PBT).Tahun ini, khusus pendaftar CBT, waktu pendaftaran dibagi menjadi dua tahap. Pertama, pada 11–25 April atau hingga kuota tahap pertama habis. Pada tahap pertama itu, kuota SBM PTN yang dibuka hanya 20 persen. Selanjutnya, tahap kedua dibuka pada 26 April hingga 5 Mei pukul 22.00.
![]() |
| Info Pendaftaran SBMPTN Terbaru |
Yuni menjelaskan, pembagian dua tahap pendaftaran CBT itu bertujuan mengakomodasi peserta seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN). Yakni, mereka yang merupakan lulusan 2017. Pada 26 April, hasil SNM PTN akan diumumkan. ”Kalau semua kuota dirilis sejak awal, bisa jadi akan diserbu lulusan 2015 dan 2016. Yang lulusan 2017 bisa tidak kebagian CBT,” jelasnya.
Tentang pendaftaran SBM PTN, wakil rektor 1 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu menyebutkan, masih ada permasalahan pendaftar yang muncul saat pendaftaran. Meski begitu, permasalahan yang muncul tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, yang masih banyak terjadi adalah foto yang diunggah tidak sesuai ketentuan. Foto yang diunggah seharusnya foto formal. Namun, masih ada peserta yang mengunggah foto selfie. Meski begitu, permasalahan tersebut saat ini lebih cepat teratasi.
Sebab, lanjut dia, ada tambahan menu e-mail pada draf pendaftaran. Jadi, jika diketahui ada yang kurang sesuai dengan prosedur pendaftaran, peserta bisa segera diberi tahu melalui e-mail. Dengan begitu, peserta dapat melakukan perbaikan. ”Kami komunikasikan dan direspons peserta,” tambahnya.
Selain itu, Yuni mengimbau peserta mencetak kartu peserta SBM PTN dengan kertas yang pas dan sebagaimana mestinya. Jadi, ukuran kartu peserta tidak diperkecil lebih dulu, lalu dicetak. Sebab, pengecilan ukuran tersebut membuat nomor-nomor dan data penting dalam kartu tidak terbaca jelas. ”Apalagi jika kualitas printer tidak bagus,” tandasnya.
Dia menambahkan bahwa pada tahun sebelumnya, ada peserta yang memperkecil ukuran kartu pesertanya. Data-data atau nomor-nomor di kartu peserta tersebut tidak terbaca jelas. Karena itu, ada dua siswa yang mengklaim bangku ujian yang sama. Setelah dicek, ternyata satu peserta memang keliru. ”Itu merugikan diri sendiri. Ya, kalau lokasi ujiannya dekat, kalau jauh, yang rugi dirinya sendiri,” terangnya. Karena itu, siswa sebaiknya mencetak kartu pada ukuran yang sebagaimana mestinya.
Yuni mengajak para peserta yang mendaftar SBM PTN jeli memilih jurusan. Jadi, peserta tidak menyesal pada kemudian hari. Yang pasti, jika sudah yakin dengan pilihan jurusannya, sebaiknya peserta segera mendaftar. Tujuannya, menghindari kepadatan traffic pendaftaran pada akhir-akhir periode.
